Pujian maupun cacian sma2 dpat mnjrumuskan... berhati2 dengan mereka brdua...
6 Januari 2015 gue menulis status “Pujian maupun cacian sma2 dpat mnjrumuskan... berhati2 dengan mereka
brdua...”. Coba gue ingat-ingat apa yang terjadi waktu itu....hhehe Have
fun....
Okay, mungkin ada yang bertanya atau menyanggah status gue
itu tidak benar. Tapi guys, itu yang gue rasakan, this was my real experience.
Coba kalian ingat-ingat lagi, kapan pujian terbaik kalian terima karena
melakukan sesuatu dengan “sempurna”??? Apa yang loe rasakan??? Senang banget
kan ; rasanya terbang kelangit kedelapan kan??? Coba deh rasakan kembali, ingat
kembali pengalaman itu. Apalagi jika seorang pemberi pujian itu adalah
orang
yang berpengaruh dalam hidup loe. Mungkin juga tidak ada kata yang mampu
mewakili perasaan itu #ah lebay. Tapi kemudian orang yang sama, yang memuji
loe, lalu dikarenakan sesuatu dan lain hal, malah memberikan loe “hadiah”
cacian, apa yang loe rasakan??? Oh come on,,itu realita, jawab di diri kalian
masing-masing. Pahit memang menerima itu, yah sekali lagi itu realitanya.
Pujian itu, jika tidak DIMANAGE, membuat kita terlalu
TERBUAI DAN TERBANG TINGGI ; lupa daratan. Lalu kemudian sekejap mata ada
“petir cacian” menyambar, cetarr cetarr membahana,,loe akan jatuh terhempas
dari ketinggian yang gue sebut MELAMPAUI BATAS NORMAL. Sakiitt
bangettt,,sakitnya tuh disini...uuuhhhh. Paling enak itu ya, dari kedua keadaan
itu, tetap balance, tetap seimbang MENGINJAK DARATAN, batas normal itu. Yah
karena ketika loe mendapat pujian atau cacian, loe enggak akan jatuh dari
“ketinggian” apapun, karena loe tetap berada di keadaan yang normal. Dan SKILL
itu loe dapat karena pengalaman yang membuat loe belajar banyak dari TERBANG
dan JATUH. Membuat loe semakin mengenali keadaan-keadaan itu dengan baik dan
natural. Oya, kenapa gue sebut itu dengan SKILL, karena skill atau kemampuan
pada dasarnya didapat dalam latihan atau praktek yang terus-menerus. Atau
singkatnya Skill is practice, practice, and practice. Praktek dalam kehidupan
sehari-hari itulah yang membuat kita menjadi “latah” untuk menghadapi
“terbang-jatuh” itu secara natural.
Banyak sampel yang menjadi “penelitian” kecil buat gue
tentang terbang-jatuh itu. Tapi gue enggak explain secara eksplisit disini.
Sampelnya adalah orang-orang yang ada dalam kehidupan gue, atau orang-orang
yang gue temui setiap hari. Gue menyaksikan banyak kejadian “terbang” yang
dialami orang-orang ; dan juga “jatuh” itu. Tapi hanya sedikit yang mampu
menunjukan raut wajah yang tenang dalam kedua kondisi itu. Memanglah normal
ketika kita mendengar sesuatu yang manis, dan menggembirakan, yah paling tidak
loncat-loncat kegirangan. Atau gue ya yang enggak normal karena memandang
“sebelah mata” gesture kegembiraan itu. Eiittss,,tapi ingat ya, ini masih dalam
konteks cacian dan pujian. Hanya saja gue merasa kurang ELOK rasanya melihat
ekspresi yang terlalu melebih-lebihkan kesenangan atau kegalawan. Memanagenya
untuk tetap tenang, itu gue rasa SENI YANG MENAKJUBKAN bagi sang diri. Seni
mengolah rasa tentunya ( baca ). Sampai pukul 23.00 WIB hari ini, hari gue
menulis artikel ini, gue selalu membanyangkan pasti akan selalu ada UJIAN
KENAIKAN KELAS yang datangnya benar-benar menguji sejauh mana, dan sekuat apa
konsistensi yang gue, loe, kita,dia, atau mereka bicarakan atau nasehatkan
tentang memanage perasaan, memanage “terbang-jatuh”. Tapi jangan takut, jika
niatnya pengen belajar, maka kesalahan adalah tempat untuk belajar juga,
belajar dari kesalahan tentunya. Tidak usah khawatir untuk hal itu. Jalani
saja, hadapi saja, lakukan saja dengan baik, semuanya akan mendapatkan NILAI
yang baik jika mau terus belajar, karena belajar itu adalah PROSES SALAH MENUJU
BENAR.
Ketika lembutnya pujian ataupun serangan cacian datang,
SERAHKAN mereka berdua kepada Tuhan. Berserahlah melalui hatimu, curahkan
semuanya didalam ruang lembut itu. Mohonkan agar Tuhan menukarnya dengan
perasaan yang tenang, penuh NAFAS
kelembutan. Kondisi-kondisi itu tidak dapat dibiarkan dan berharap
hilang tanpa ada usaha BERPASRAH DIRI. Semua yang terjadi dalam hidup bukan
tanpa SKENARIO dariNYA. Come on, ingatlah GOD IS NEVER FALSE, Tuhan tidak
pernah salah, semua itu adalah agar kita belajar memahami dengan sedikit sentuhan
magic KESADARAN.
Oke, gue enggak tau apa tulisan ini memiliki JIWA untuk
mampu menyentuh ruang pribadi didalam diri kita. Tidak ada ambisi yang demikian
sebenarnya. Tulisan ini adalah ekspresi gue dalam mencurahkan experiences gue,
dan berharap juga memberikan FEED BACK kepada gue yang sedang dalam masa
menuntut ilmu ini, masa belajar, belajar memahami segala fenomena didalam hidup
untuk dapat MENDEWASA. Ini juga menjadi
ujian tersendiri buat gue untuk tetap berada pada BATAS NORMAL. Karena gue tau
bahwa siapapun yang sengaja atau tanpa sengaja membaca tulisan gue ini akan
merespon dengan berbagai opini masing-masing. Entah itu opini yang membuat
TERBANG, atau yang membuat JATUH. Yahhh....Semoga
tidak ada yang tersesatkan dengan tulisan gue ini...hhehehehe
God Bless Us...

Belum ada tanggapan untuk "Pujian maupun cacian sma2 dpat mnjrumuskan... berhati2 dengan mereka brdua... "
Post a Comment