BERDAMAI DENGAN MASA LALU


BERDAMAI DENGAN MASA LALU

Prolog : Cerita ini lahir dari kisah hidup seorang sahabat yang mampu BERDAMAI DENGAN MASA LALU-nya. Pemeran utama "AKU" adalah sahabat yang ingin kisahnya hadir sebagai setetes inspirasi untuk membuka perspektif baru dalam melihat masa lalu. Dengarkan lagu cinta kesayanganmu, dan nikmatilah.

Hari ini dini hari pukul 01.30 ketika aku menulis kisah ini. Beberapa menit sebelumnya aku teringat untuk membuka email rutin ku, mengecek email-email penting melalui Gmail. Oh ternyata belum ada pesan penting yang masuk. Zaman sekarang itu ya kalau engak punya email, hidup rasanya hampa ; mending gak punya pacar deh daripada gak punya email…hahaha. Tiba-tiba entah kenapa terbesit niat untuk membuka Email yahoo yang sudah hampir satu tahun terbengkalai, mungkin sudah usang dan berdebu..hhehe. Dan benar saja, enggak ada debu, tapi ada gelandangan tidur di terasnya…ngekk. Hmmm,,scrolling-down, scrolling-up, dan sama enggak ada email penting. Cuma email-email gak penting akibat aku suka “keluyuran” browsing dan mendaftar di website-website dollar-an gitu. Yah, gak penting memang. Dan tau gak, ada sebanyak sebelas ribu email dari tahun 2007-2015 yang belum sempat aku buka. Ini ngomongin email terus, kapan ngomongin cintanya??? Sabar…sabar…ini baru pemanasan... :D

Suatu hari dalam hidup, pasti akan ada moment dimana pikiran membawamu kembali ke MASA LALU ; cerita CINTA masa lalu. Oke, ini kisahku. And remember to feel it with your own favorite love song. Dan ceritanya akan mulai serius.
Wiinngg!!! Ada fikiran “gila”seketika melintas untuk membuka kembali memory indah dengan para mantan melalui komentar dan pesan Facebook yang terekam pada email Yahoo ku. Karena memang akun FB ku menggunakan email Yahoo. Dan dengan lincah jari-jemariku mengetikkan nama-nama itu, nama-nama mereka yang pernah membuka pandangan hidupku tentang CINTA. Ummm,,seketika pikiranku menari-nari kemasa lalu, masa yang indah saat aku dan dia memulai pertemanan FB hingga komentar-komentar dan pesan yang FULL OF COLOURS. Mereka memberikan warna baru cerita kehidupan cintaku saat itu. Oh manisnya aku hanyut dan terbuai masa lalu. Dan membaca itu semua cukup membuatku tertunduk dalam pangkuanku. Sambil terpejam, ditemani suara sunyi malam, aku mulai membayangkan wajah-wajah mereka dan kenangan-kenangan itu. Akupun seketika “berpetualang” dalam masa lalu. Detik demi detik berlalu, tanpa kusadari begitu lama aku TENGGELAM dalam cerita masa lalu. Dan cukup menyisakan KEGAMANGAN buatku, karena begitu kuatnya cengkraman memory itu membelenggu KEKINIANKU. Oh God, what’s going on with me??? Aku tertunduk, terpejam, aku rasanya  ingin kembali kemasa lalu. Ada begitu banyak cerita yang bisa aku perbaiki dengan dia jika aku mampu memutar waktu. Oh itu begitu menyiksa. Rasa sakit itu, dimana saat-saat ketika semua mulai berakhir ; relationship, kesetiaan, janji, harapan, dan mimpi-mimpi. Kini aku benar-benar ingin “memeluk” dia dengan kedewasaan, mengatakan sesuatu yang mungkin tidak akan pernah tercapai…. “sayang…,,izinkan aku mencintaimu sekali lagi ”. Lalu aku hanya bisa terbaring dalam KETIDAKMUNGKINAN, berselimutkan KEPEDIHAN. Yang ku tahu kini adalah dia telah bahagia dengan seseorang itu…. penggantiku. “Maaf aku tidak mampu memimpin hatimu”. Dan aku semakin tenggelam dalam rasa perih dan kesalahan indah masa itu.

Kekinian kemudian membangunkanku,, “oh come on. Don’t let the past broke your heart's constructions. You are here…,you are the present”. Yah benar, aku adalah hari ini, sekarang ini. Aku tidak boleh terlalu tenggelam dalam belenggu MASA LALU. Dalam kesadaran ini aku mulai membuka mataku, menatap hari ini dengan optimis, dan mencerahkan kembali senyumku. Aku sadar, aku tak mampu menggenggam kembali masa lalu. Yang mampu menjadi teman terbaikku kini adalah HARI INI, MASA INI, SAAT INI, dan itu KEKINIAN. Aku tak mampu merubah masa laluku, tapi aku bisa merubah caraku bereaksi terhadap HARI INI dengan kehidupan cintaku saat ini, agar hari ini yang akan menjadi masa lalu, menjadi kenangan yang manis saat aku bertemu MASA DEPAN.
Aku menyadari bahwa masa lalu layaknya “anak kecil” yang “bandel” ; jika aku berikan “pukulan” dan penolakan, maka akan berbalik memberikan ku lebih banyak pukulan, dan itu pasti sakit. Aku harus memeluk, menerima, bersabar, dan menyayangi  “anak kecil” ini dengan sepenuh hati, betapapun buruknya. Dengan begitu, ia juga akan memberikan rasa yang sama bahkan lebih kepadaku. Dan itu berdampak positif pada ketenangan hati dan raut senyumku. Manis sekali rasanya.
Maaf aku harus mengatakannya, tapi terimakasih masa lalu telah menjadi bagian hidupku, menjadi guru yang mendewasakanku. Maaf…!!! SELAMAT TINGGAL MASA LALU, aku menyayangimu, biarkan aku memelukmu sebagai keindahan seni hidup ini. Biarkan aku hidup dalam HARI INI dengan cinta yang akan aku lukis menjadi lebih indah bersama (calon) MASA DEPANKU.

Mari kita akhiri “perang” batin ini oh MASA LALU. Izinkan aku memelukmu seindah berpelukan dengan KEDAMAIAN. Aku hanya ingin BERDAMAI denganmu, BERDAMAI DENGAN MASA LALU.



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "BERDAMAI DENGAN MASA LALU"

Post a Comment