Kata-Kata Cinta Menabur Benih
Setiap manusia pasti mengalami
titik dalam hidupnya yang menjadikan perubahan yang begitu luar biasa
dalam dirinya. Sesuatu itu bahkan merubah perilaku, sikap, dan bahkan
kepribadian sesorang. Melihat segalanya lebih anggun dan dewasa tentunya. Ini
semua memiliki porsi yang berbeda-beda dalam diri seseorang, namun begitu
signifikan dalam memacu spirit jiwanya. Mengalami pengalaman jiwa yang tidak
pernah terbayangkan sebelumnya, dan tidak mampu diungkapkan dengan sekedar
kalimat, namun harus dirasakan dengan pengalaman jiwa. Apakah sesuatu itu ? dan
jawaban untuk pertanyaan ini tersimpan dibalik kesadaran yang tinggi tentang
hidup. Apakah kesadaran
tertinggi itu ? kesadaran itu adalah
spirit api JIWA.
Namun sang diri sering kali lalai dalam menjaga api ini, apalagi dalam kondisi
lingkungan yang dinamis (selalu bergerak), sehinggs nyalanya meredup. Semua
pikiran, perkataan, dan perbuatan menjadi tiga bagian yang harus terus dijaga
agar tetap konstan dalam kesadaran jiwa. Namun kurangnya pengertian akan
kesadaran dan integritas diri menjadikan semua seolah musnah. Apalagi ditambah
dengan kehadiran “mimpi buruk” yang tidak pernah terbayang sebelumnya.
Kata-kata bijak yang terlantunm dan perasaan yang mewah hilang karena
ketidakkonsistenan yang sebenarnya bagian dari ungkapan rasa kecewa mendalam
dari pengertian yang salah.
Mengutip dari sebuah kalimat bijak Dag Hammarskjold “perjalanan terpanjang
adalah perjalanan kedalam diri”, menegaskan bahwa pencapaian
tertinggi itu bukan ditemukan diluar, namun didalam diri ; didalam jiwa. Ini
bagian yang tunggal, namun ego seolah menjadi momok dan menarik diri keluar
dari kesadaran. Kedamaian seolah hilang, yang sebenarnya tersembunyi dibalik
sikap ego yang sulit untuk ditaklukan.
Namun apapun itu, semua benih telah ditabur dalam ladang perbuatan. Banyak
benih yang tumbuh, dan tidak sedikit pula benih yang tidak tumbuh. Dari semua
pelajaran yang terjadi dalam diri, kemudian dalam renungan yang menyertai,
hidup mengajarkan untuk terus memupuk benih yang tidak tumbuh. Walaupun begitu
banyak hama godaan yang menggangu, itu menjadi bagian bahwa sikap dan perilaku
haruslah jadi sebagaimana mestinya, penuh devosi dan kesadaran pada jiwa.
Melihat semua sebagai proses belajar, dan terus belajar untuk jadi lebih baik,
menjadi motivasi untuk terus bangkit dan menem,ukan kembali spirit api jiwa
yang lama redup.
Sumber : Blog Taury Widiantara http://formasihati.blogspot.com

Belum ada tanggapan untuk "Kata-Kata Cinta Menabur Benih"
Post a Comment