Sebuah Rasa

 Ini adalah catatan FB saya berapa tahun lalu yang mnurut saya sangat lebay...hhehehehe...
Tapi begitulah anak muda,, bebass, lepass dalam mengekspresikan perasaan ... :)



"Ada dua bagian dalam diri yang mempengaruhi sikap dan perilaku manusia ; pikiran dan
jiwa.
Dalam kebimbangan yang sangat dalam, pikiran dan jiwa datang bersama untuk menawarkan solusi.
Namun tanpadisadari, terkadang diri menganggap pikiranlah yang lebih mengerti apa yang harus dilakukan, sehingga muncul rasa marah, benci, dan kecewa karena pikiran penuh dengan rasa ego. Jiwa selalu menawarkan dan menasihati dengan ketulusan dan kesabaran, agar kitapun demikian dalam menghadapi segala masalah yang menerpa.

Sebagai manusia, tentu tidak lepas dari kesalahan. Terkadang amarah dan rasa kecewa tidak memberikan kesempatan bagi jiwa untuk bicara. Diri hanya mendengarkan ego pikiran. Yah begitulah yang diri ini rasakan. Namun semua itu hakikatnya adalah proses belajar ; belajar mensyukuri segala anugerahNYA dalam bentuk apapun, karena dimanapun, dan dalam bentuk apapun, dualitas selalu ada. Menyadari semua itu dengan bimbingan jiwa, semua rasa akibat ketidak mengetian, ketidak konsistenan, dan ketidak komitmenan menyatu dalam rasa kesadaran bahwa manusia harus mengalami semuanya untuk bisa memahami sesamanya.

Saat masalah mengetuk pintu hidup, bukakan ia pintu, sambut ia, peluk dengan hangat semesra berpelukan dengan kebahagiaan. Namun rasa ego yang datang, melupakan semua itu, dan yang tersisa hanya rasa "penyesalan" ; Tuhan..,,maaf kekasih kcilmu ini telah lalai. Tidak sharusnya hmba kasar. emosi tlah mngaburkan diri hmba. Tpi hnya engkau yang paling mngerti diri hamba...
Dalam rasa itu, jiwa selalu bertutur agar tetap jadi diri sendiri. Sambil merenung, diri ini siap untuk mengucapkan 'MAAF' ".

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sebuah Rasa"

Post a Comment