Klik 21 Hari Mencari jodoh
Tulisan ini hanya sebagai semacam hiburan semata, jika para pembaca menemukan hikmah atau pemikiran baru dari tulisan ini, itu bonus… hehehe… :-D
Menarik bagi gua untuk
mengangkat topik MATERIALISTIS ini ; bukan apa-apa, tetapi muncul dari “cerita-cerita”
bersama teman-teman khususnya teman-teman cewe gue.
Materialistis atau MATRE
sebutan akrabnya, selalu identik dengan
kaum hawa ; yah…,,sayapun tidak menampiknya…hhee… :D walupun juga pria memiliki sifat ini. Hal ini juga dapat didentikan dengan paham dari wanita yang sudah mendarah daging, yang sudah cetarr membahana bahwa yang duluan menyatakan cinta harus pria… #curcol,,biarin wee… :-P
kaum hawa ; yah…,,sayapun tidak menampiknya…hhee… :D walupun juga pria memiliki sifat ini. Hal ini juga dapat didentikan dengan paham dari wanita yang sudah mendarah daging, yang sudah cetarr membahana bahwa yang duluan menyatakan cinta harus pria… #curcol,,biarin wee… :-P
Yapp,,yang ingin kita bahas
disini adalah Materialistis atau MATRE tadi.
Dari data tertulis OBTTCS
atau Obrolan Bersama Teman-Teman Cewe
Saya (males banget nanya temen cowo) dengan jumlah responden sebanyak 2
orang # jiaahh,,Gubrakkk# yang diberikan
pertanyaan “kenapa sih cewe jadi
matre???”, ditemukan jawaban “karena kurangnya uang kiriman dari ortu”,
“ingin kemewahan”, “tambahan uang saku”. Tapi saya yakin sobat2 juga punya
jawaban yang berbeda, cukup tuliskan dalam hati masing-masing…. :D
Tapi menurut gue pribadi
ya sob, matre itu gak masalah, selama matre-nya MEMOTIVASI. Apaan tuh matre yang
memotivasi ??? kita simak jawabannya tahun depan #hahahaha. Klo menurut gua
pribadi, MATRE itu dibagi menjadi 2 ; pertama
MATRE EGOSENTRIS, dan kedua MATRE PROGRESIF.
Pertama MATRE EGOSENTRIS. Egosentris berarti
sifat “keakuan” hanya mementingkan diri sendiri. Jadi kalau matre egosentris
berarti “Matre yang tujuannya untuk kepentingan pribadi”. Ini sangat tidak
dianjurkan, terutama dalam menjalin hubungan. Bayangin aja klow pacaran cuma melihat
dari apa yang pasangan kita punya, berarti cintanya hanya sebatas MATERI. Seharusnya
kan kita melihat dari KEPRIBADIANNYA ; tabungan pribadi, mobil pribadi, rumah pribadi
#jiaahh,,sama aja kalee. Tapi kan kita perlu materi juga dalam pacaran??? Yap absolutly
right guys. Kan gue sudah tegaskan
kalimatnya disana “Matre yang tujuannya untuk kepentingan pribadi”. Ini yang
salah sob. Lalu bagaimana seharusnya??? Okehh,, kita lanjut ke bagian kedua.
Kedua MATRE PROGRESIF. Kalau saya lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia, PROGRESIF berarti “kearah kemajuan / kearah
perbaikan keadaan sekarang”. Jadi MATRE PROGRESIF berarti “Matre yang tujuannya
kearah kemajuan dari keadaan sekarang”. Apaan
maksudnyee??? Geni sob, terutama dalam suatu hubungan, matre jenis ini tidak
hanya menilik apa yang pasangan kita miliki saat ini (secara materi), tetapi
lebih kepada POTENSI yang dimiliki kedepan untuk maju dan berkembang, sehingga
mampu memenuhi keinginan akan materi secara mandiri. Karena menurut gue pun
setiap manusia pasti memiliki sifat matre, entah wanita atau pria ; karena
berhubungan dengan kebutuhan hidup manusia secara Jasmaniah.
Kemapanan adalah hal yang
diidamkan oleh wanita dari seorang pria. Kemapanan yang mandiri tentunya. Bayangkan
saja jika kemapanan seorang pria diraih karena dukungan wanita MATRE PROGRESIF
yang melihat dan MEMOTIVASI potensi
prianya untuk maju. Ini adalah suatu prestasi menurut gue bagi wanita. Ini
seperti membentuk tanah liat menjadi porselain yang indah ; karena tanah liat
memiliki potensi menjadi porselain.Terus dijual deh tu porselain, kan lumayan....hhehehe :D
Yahh,,memang semua tidak
mudah. Tapi kemampuan wanita untuk melihat dan memotivasi potensi inilah yang
selalu didambakan oleh banyak pria. Semua ada fasenya dan semua membutuhkan
proses berfikir yang KOMPLEKS untuk membentuk polanya dipikiran. Dan proses
berfikir yang kompleks ini terjadi karena pengalaman (baca DIMENSI).
Pria adalah makluk yang LOGIS.
Faktanya 80% pria berfikir menggunakan logika, dan 20% menggunakan perasaan. Pria
selalu berfikir bahwa dengan memberikan apa yang wanitanya mau, sang wanita
akan bahagia, ini logis. Sehingga jika wanita mampu membentuk kemapanan dari
potensi sang pria, maka kemapanan itu akan menjadi milik sang wanita. Ini
seperti wanita menjadikan pria sebagai INVESTASI jangka panjang. Gue yakin
pembaca memahami esensi positif yang gue sampaikan tersebut.
Potensi yang dimiliki tidak
hanya berkaitan dengan financial, tetapi juga PERSONALITY. Gue rasa jika telah
mencapai financial tanpa good personality, semua tidak akan menjadi PROGRESIF,
tetapi MAJU KEARAH KEKABURAN. Sekali lagi ini sesuatu yang kompleks, dan
memerlukan pemikiran yang kompleks pula #Lu kira perumahan pake kompleks segala.
Gue menyadari mungkin ada
banyak kekeliruan dalam penyajian makna dan kalimat dalam tulisan ini. Oleh sebab itu saya mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari semua pihak yang dalam hal ini dosen dan mahasiswa, sebagai
bahan evaluasi untuk penulisan makalah yang lebih baik lagi….# loe pikir kata pengantar makalah...hhee…
Oke sobat semua, moga tidak ada yang tersesatkan dengan tulisan gue ini # tidak ada sedikit…hahaha…
Akhir kalimat, ada
sebuah quote dari Mario Teguh, Seperti yang ditulis dalam akun
Facebook pribadinya :
“Wanita adalah penghebat.
Yang selain itu hanya perayu yang membahayakan rekening”.
Mario Teguh
Mario Teguh

Belum ada tanggapan untuk "Materialistis Progresif"
Post a Comment